Teater Keliling Persembahkan Musikal Berbalut Budaya Betawi
Talent teater Mirah menghadiri press conference di Galeri Indonesia Kaya (dokumentasi pribadi: Teater Keliling)
Dalam Konferensi Pers di
Galeri Indonesia Kaya pada Rabu, 5 Febuari 2025, Teater Keliling Perkenalkan
Musikal MIRAH. Teater musikal ini mengangkat kisah pendekar wanita Betawi abad
ke-18 dengan sentuhan budaya dan sejarah.
Teater Keliling, berkolaborasi
dengan Bina Musik Jakarta dan Ruang Bunyi Production, akan menggelar
pertunjukan teater musikal berjudul MIRAH pada 22 dan 23 Februari 2025
di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Konferensi pers untuk
memperkenalkan musikal ini diadakan di Galeri Indonesia Kaya, dihadiri oleh 27
sponsor, 41 media, dan 27 komunitas seni. Peluncuran ini menjadi bagian dari
perayaan 51 tahun Teater Keliling dalam dunia seni pertunjukan di Indonesia.
Musikal MIRAH mengangkat
kisah Mirah, seorang pendekar asal Betawi yang menjadi jawara wanita pertama dari
Marunda pada abad ke-18. Untuk memastikan keakuratan cerita, Teater Keliling
bekerja sama dengan lembaga kebudayaan Betawi untuk mengulik lebih dalam sosok
Mirah serta budaya yang melingkupinya. Selain menampilkan perjalanan hidup
Mirah, pertunjukan ini juga mengungkap asal-usul tradisi "palang
pintu" dalam pernikahan adat Betawi.
Dalam konferensi pers, para
pemain membawakan beberapa lagu dari musikal ini, termasuk "Telor
Dadar", "Wanita Terhormat", dan "Tempat di Hati".
Selain itu, tim produksi mengadakan sesi tanya jawab untuk menjelaskan proses
kreatif serta tantangan dalam produksi musikal ini. Sutradara MIRAH,
Ibra Azhari, menyatakan bahwa musikal ini menggabungkan unsur sejarah, budaya,
dan hiburan yang dikemas secara modern agar menarik bagi berbagai kalangan.
Proses kreatif pembuatan
lagu-lagu dalam musikal MIRAH dimulai dari menulis lirik lagu, membuat
aransemen, hingga proses rekaman. Produksi musikal ini melibatkan banyak pihak,
termasuk Ruang Bunyi Production yang dipimpin oleh Andro Regantoro (bassist
Nidji) dan Chikita Amanda sebagai komposer serta produser musik. Sekolah musik
Bina Musik Jakarta, yang didirikan oleh Julius Firdaus dan Clarentia Prameta,
turut serta dalam pelatihan vokal dan pencarian pemeran.
Untuk koreografi, MIRAH
memilih nama Lian Saputra, Haikal Hilmi, dan Galuh Agat sebagai pembuat dan pelatih
tari. Sementara itu, adegan silat dikoreografikan oleh Adjie Maulana dari
Perguruan Silat Betawi Tanah Abang untuk memastikan ketepatan gerakan dan
nuansa budaya yang kuat dalam pertunjukan.
Sebelum pementasan utama, MIRAH
telah mengadakan dua mini showcase di Mall Kuningan City pada 25 Januari 2025
dan di Pos Bloc Jakarta pada 1 Februari 2025. Showcase tersebut mendapat respons
positif dari masyarakat, terlihat dari jumlah penonton yang memadati lokasi
serta antusiasme mereka dalam mengikuti diskusi setelah penampilan.
Penjualan tiket presale 1 dan 2
telah terjual habis dalam waktu singkat, menunjukkan besarnya minat masyarakat
terhadap pertunjukan ini. Pementasan utama dijadwalkan berlangsung pada 22-23
Februari 2025 di Taman Ismail Marzuki (TIM), dengan dua sesi per hari pada
pukul 14.00 WIB dan 19.30 WIB.
Melalui musikal ini, Teater
Keliling berharap dapat terus mengembangkan seni teater musikal di Indonesia
serta membawa karya lokal ke tingkat yang lebih luas. Dengan kampanye
#MirahkanDunia dan #SaveMirah, mereka menargetkan agar musikal ini dapat
diperkenalkan tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga ke panggung internasional.
sumber: https://youtu.be/kjJg9oDGH4I?si=HcGHwU598rJ9-uIU