Malam Penuh Cahaya Pementasan "Terbitlah Terang" Rayakan Semangat Kartini

Untuk memperingati Hari Kartini, Bakti Budaya Djarum Foundation menggelar pementasan teater bertajuk Terbitlah Terang di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, pada Senin malam, 21 April 2025. Mengusung semangat emansipasi perempuan yang diwariskan R.A. Kartini, pertunjukan ini memadukan seni teater, tari, musik, dan multimedia dalam satu panggung, serta mendapat apresiasi hangat dari publik dan tokoh-tokoh nasional.


         Pementasan Terbitlah Terang (sumber: vlix.id)

Panggung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, bersinar lebih terang dari biasanya. Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Bakti Budaya Djarum Foundation mempersembahkan pementasan teater bertajuk Terbitlah Terang. Pertunjukan ini tidak sekadar menjadi tontonan seni, tetapi juga sebuah perayaan pemikiran R.A. Kartini yang tetap relevan di tengah masyarakat modern.

Pementasan berdurasi satu jam lebih ini menggabungkan unsur teater modern, tari kontemporer, musik tradisional, dan proyeksi visual. Naskah yang ditulis oleh Indira Sari dibawakan dengan penuh emosi oleh para pemain panggung lintas generasi, di bawah arahan sutradara kawakan Jay Subiakto. Mereka membawa hidup kembali isi surat-surat Kartini dalam bentuk dramatik yang menyentuh dan reflektif.

Salah satu bagian yang banyak diapresiasi adalah adegan di mana suara Kartini, yang diperankan oleh aktris Ayu Laksmi, mengalun dengan narasi “Aku ingin perempuan bebas memilih, berpikir, dan memutuskan nasibnya sendiri.” Kutipan itu menggema, membangkitkan semangat audiens yang memenuhi kursi teater malam itu.

Pementasan ini juga mendapat apresiasi dari berbagai tokoh publik yang hadir. Najwa Shihab, jurnalis dan pendiri Narasi, menyebut pertunjukan ini sebagai refleksi penting bagi perempuan masa kini.

“Pertunjukan ini bukan hanya tentang mengenang Kartini, tapi tentang meneruskan suaranya dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita semua, laki-laki dan perempuan, punya peran untuk mewujudkan keadilan,” ujar Najwa.

Selain itu, aktris dan aktivis perempuan, Prilly Latuconsina, yang turut hadir sebagai undangan kehormatan, menyatakan kekagumannya terhadap konsep pementasan yang menyentuh generasi muda.

“Saya merinding. Pementasan ini membuat saya merasa dekat dengan sosok Kartini, tapi dalam versi abad ke-21. Ini menginspirasi saya untuk terus berbicara tentang hak perempuan,” kata Prilly.

Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, menjelaskan bahwa Terbitlah Terang merupakan bagian dari komitmen mereka dalam mendukung keberagaman budaya dan menyuarakan nilai-nilai luhur bangsa.

“Kartini menulis dengan harapan, dan malam ini kami mencoba meneruskan harapan itu lewat seni,” tuturnya.

Melalui program Indonesia Kaya, pertunjukan ini dapat diakses masyarakat luas secara gratis lewat platform daring. Selain pertunjukan, sesi diskusi pasca acara juga diselenggarakan, mengajak audiens berdialog langsung dengan para kreator dan pemain.

Terbitlah Terang bukan hanya sekadar pertunjukan seni, melainkan cermin keberanian, suara yang terus menyala, dan cahaya yang tak pernah padam—sebuah panggilan untuk terus melangkah, dengan terang di tangan sendiri.

Postingan populer dari blog ini

Arifin C. Noer, Maestro Teater Sepanjang Masa

Sebuah Karya Untuk Merayakan Perempuan

Menjejak Salihara, Rumah Seni yang Merawat Kebebasan dan Gagasan