Prehistoric Body Theater Bawa Kisah Dinosaurus ke Asia Society New York
Prehistoric Body Theater Hadirkan Stone Garuda di Asia Society New York: Pertunjukan Prasejarah yang Menggabungkan Seni dan Ilmu Pengetahuan.
Prehistoric Body Theater, kolektif seni eksperimental asal Indonesia, akan menggelar pertunjukan perdana Ghosts of Hell Creek: Stone Garuda di Asia Society New York pada tanggal 28 Juni 2025. Pertunjukan ini menghadirkan perpaduan unik antara gerakan biomimetik hewan dan tari tradisional Indonesia, yang membawa penonton merasakan kedekatan dengan dunia prasejarah sekaligus budaya kontemporer.
Stone Garuda mengangkat kisah dari masa 66 juta tahun lalu saat asteroid besar menghantam Bumi, menyebabkan kepunahan massal yang mengakhiri dominasi dinosaurus selama 150 juta tahun. Pertunjukan ini menampilkan raptor berbulu Acheroraptor yang bergerak lincah dan anggun dalam ritual kawin yang dikenal sebagai lekking, sebuah perilaku di mana jantan memamerkan bulu dan tarian mereka untuk menarik perhatian betina. Di tengah latar kehancuran itu, pertunjukan juga mengisahkan kelangsungan hidup nenek moyang primata manusia pertama, Purgatorius, yang berhasil bertahan dan berkembang di dunia baru pasca kepunahan.
Prehistoric Body Theater terkenal dengan pendekatan inovatif yang menggabungkan ilmu pengetahuan dengan seni pertunjukan. Dalam Stone Garuda, tarian tradisional Gandrung dari Banyuwangi, Jawa Timur, dipadukan dengan musik gamelan asli dari Hangsun Gandrung, serta kostum yang dirancang dengan detail menggunakan prostetik dan riasan tanah liat tekstur tinggi, menciptakan pengalaman imersif yang memukau. Pertunjukan ini tidak hanya menampilkan keindahan visual dan gerak tari, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang evolusi dan pelestarian alam.
Sutradara Ari Dharminalan Rudenko menjelaskan bahwa melalui pertunjukan ini, mereka ingin mengajak penonton memahami dampak kepunahan massal serta pentingnya konservasi alam. “Kami berharap penonton dapat merasakan keterikatan emosional dengan sejarah bumi dan kehidupan yang pernah ada, sekaligus mendorong kesadaran akan perlunya menjaga lingkungan agar tidak terjadi kerusakan yang serupa,” ujar Ari.
Selain pentas perdana di New York, Stone Garuda akan melakukan tur ke berbagai lokasi di Amerika Serikat, termasuk festival tari ternama Jacob’s Pillow Dance Festival. Kelompok ini juga merencanakan kunjungan ke situs fosil Hell Creek bersama para ilmuwan, yang menjadi sumber inspirasi utama pertunjukan tersebut. Kolaborasi erat antara seniman dan ilmuwan ini memastikan bahwa setiap aspek pertunjukan berdasarkan riset paleontologi terbaru, sehingga menghadirkan perpaduan yang solid antara seni dan ilmu pengetahuan.
Tiket untuk pertunjukan di Asia Society New York sudah tersedia secara online dengan harga yang bervariasi: $30 untuk non-anggota, $20 untuk anggota, dan $15 untuk anak-anak usia 4 hingga 16 tahun. Terdapat juga diskon khusus sebesar $5 bagi senior dan pelajar dengan kode promo tertentu. Sementara itu, bagi masyarakat di Indonesia, Stone Garuda juga akan dipentaskan di Salihara Art Center, Jakarta, pada 17 dan 18 Mei 2025, sehingga penonton lokal dapat menikmati karya spektakuler ini.
Dengan menggabungkan keindahan tarian tradisional Indonesia, inovasi seni pertunjukan, dan ilmu pengetahuan paleontologi, Stone Garuda bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga sebuah refleksi mendalam tentang asal-usul manusia dan pentingnya pelestarian kehidupan di Bumi. Pertunjukan ini menjadi jembatan budaya yang menghubungkan masa lalu dan masa kini, mengajak semua kalangan untuk merenungkan hubungan kita dengan alam dan sejarah.
