Teater "Unravelled" Pamer Kreativitas Siswa

BINUS SCHOOL Simprug kembali menghadirkan karya seni yang luar biasa melalui pementasan drama musikal bertajuk "Unravelled". Pementasan ini melibatkan kolaborasi antara siswa, guru, dan staf sekolah, yang menunjukkan potensi besar siswa dalam bidang seni dan teater. Dalam pertunjukan yang digelar pada awal Mei 2025 ini, para siswa tidak hanya tampil sebagai aktor, tetapi juga berperan sebagai pengarah acara, penata musik, dan desainer panggung, menggambarkan semangat kolaboratif yang menginspirasi.



                       Penampilan Teater Unravelled karya BINUS SCHOOL (sumber: Media Indonesia)

BINUS SCHOOL Simprug kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Melalui berbagai inisiatif, siswa-siswi sekolah ini aktif terlibat dalam kegiatan yang mendorong kolaborasi, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Salah satu kegiatan terbaru adalah pementasan drama musikal bertajuk "Unravelled" yang diselenggarakan pada awal Mei 2025. Pertunjukan ini merupakan hasil kolaborasi antara siswa, guru, dan staf sekolah, yang bertujuan untuk menggali potensi seni dan kreativitas siswa sekaligus mempererat hubungan antarwarga sekolah. Melalui drama musikal ini, para siswa belajar tentang kerja tim, manajemen waktu, dan pentingnya komunikasi efektif dalam mencapai tujuan bersama.

Selain kegiatan seni, siswa BINUS SCHOOL Simprug juga aktif dalam berbagai proyek sosial yang berdampak langsung pada masyarakat. Salah satunya adalah proyek "Sungai Harapan" yang diinisiasi oleh siswi kelas 12. Melalui proyek ini, mereka memasang penjaring sampah di sungai sekitar Permata Hijau, Jakarta Selatan, untuk mengurangi pencemaran dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Di bidang pendidikan, 11 siswa angkatan 2026 BINUS SCHOOL Simprug bekerja sama dengan Happy Hearts Indonesia untuk membangun kembali PAUD Sumber Kasih di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Dalam waktu kurang dari satu tahun, mereka berhasil mengumpulkan donasi dan melakukan riset untuk membangun dua ruang kelas, menyediakan fasilitas pendukung seperti meja, kursi, mainan anak-anak, serta kamar mandi yang layak . Proyek ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mengurangi kesenjangan.

Kepedulian terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui proyek "R3US3D" yang diprakarsai oleh Kenneth William Santoso, siswa BINUS SCHOOL Simprug. Proyek ini mengolah spanduk bekas menjadi produk berguna seperti tas sekolah, tas bekal, dan cover laptop. Kenneth melibatkan penjahit jalanan dan pengrajin UMKM dalam produksi, serta mendistribusikan hasilnya kepada anak-anak di daerah terpencil seperti Sumba 

Tidak hanya itu, siswa BINUS SCHOOL Simprug juga menunjukkan kepedulian sosial melalui konser amal "Symphony of Love" yang digagas oleh Kayne Hadipoespito. Konser ini berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 678 juta yang disalurkan untuk mendukung anak-anak di Panti Asuhan Vincentius Putra dan Yayasan HadasaTio di Nabire, Papua Tengah . Melalui musik, Kayne ingin menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli dan berkontribusi bagi mereka yang membutuhkan.

BINUS SCHOOL Simprug juga terus berinovasi dalam bidang teknologi pendidikan. Sekolah ini telah menghadirkan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi seperti Active Floor, EMYZ Robot, dan Virtual Reality (VR) Goggle. Fasilitas ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa, merangsang motorik, dan membantu memahami konsep-konsep pelajaran secara interaktif.

Melalui berbagai inisiatif ini, BINUS SCHOOL Simprug membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya tentang pencapaian akademis, tetapi juga tentang membentuk karakter, kepedulian, dan semangat kolaborasi di kalangan generasi muda. Dengan terus mendorong siswa untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan inovatif, sekolah ini berkomitmen untuk menciptakan pemimpin masa depan yang berintegritas dan berdampak positif bagi masyarakat.

Postingan populer dari blog ini

Arifin C. Noer, Maestro Teater Sepanjang Masa

Sebuah Karya Untuk Merayakan Perempuan

Menjejak Salihara, Rumah Seni yang Merawat Kebebasan dan Gagasan